Pekerja BHL Bantah Tudingan Salah Satu Media Online Tentang Dugaan Ketidaksesuaian Prosedur Dalam Bekerja di Unit Kebun PTPN IV REG 6

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ilustrasi kebun sawit (d3e) langsa.klikindonesia.co

Caption : ilustrasi kebun sawit (d3e) langsa.klikindonesia.co

Langsa Klikindonesia, 3/5/2025 – Sejumlah pekerja di salah satu unit kebun milik PTPN IV Regional 6 membantah tegas tuduhan yang dimuat oleh salah satu media online terkait dugaan praktik pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tidak sesuai prosedur dan terkesan tendensius.

Dalam pemberitaan itu menyebutkan bahwa kegiatan chemis-mekanis (penyemprotan racun) yang seharusnya dilaksanakan oleh vendor eksternal, justru dijalankan oleh tenaga internal tanpa perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja. Namun faktanya pekerjaan itu dikerjakan oleh buruh harian lepas (BHL) yang mencari tambahan upah.

“Kami menyatakan bahwa informasi yang dimuat oleh media tersebut tidak benar dan sangat menyesatkan. Seluruh kegiatan pemeliharaan, termasuk penyemprotan, dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan standar operasional RSPO,” tegas Udin, salah satu perwakilan pekerja yang turut terlibat dalam kegiatan pemeliharaan tersebut.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Udin menyatakan bahwa dalam setiap kegiatan operasional, baik yang dilakukan oleh pekerjaan BHL maupun tenaga kerja kontrak/vendor, perusahaan senantiasa memastikan bahwa seluruh pekerja dilengkapi dengan APD sesuai ketentuan dan mendapatkan briefing keselamatan kerja sebelumnya.

“Tudingan bahwa kegiatan dijalankan oleh pihak internal tanpa APD sangat tidak berdasar. Kami dilengkapi dengan APD dan mengikuti pelatihan serta briefing sebelum melaksanakan tugas. Tidak ada kegiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau menyalahi aturan,” tambahnya.

Terkait tuduhan bahwa pekerjaan vendor dijalankan oleh Asisten Kebun, Udin menjelaskan bahwa kehadiran Asisten Kebun dalam kegiatan operasional adalah bagian dari pengawasan dan pembinaan, bukan sebagai pelaksana langsung kegiatan pemeliharaan.

“Kami menduga informasi yang disebarkan kepada media berasal dari pihak yang tidak memahami prosedur operasional di lapangan,  atau memiliki motif lain yang ingin menjatuhkan nama baik unit kebun dan perusahaan secara keseluruhan,” timpal Imran yang juga merupakan pekerjaan BHL.

Para pekerja berharap agar awak media semestinya dalam mempublikasikan sebuah berita semestinya melihat dahulu dan mengkaji apakah lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya.

“Kami siap memberikan keterangan dan bukti lapangan jika diperlukan, untuk menunjukkan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Kami bekerja dengan aman, sesuai prosedur, dan dengan integritas tinggi demi menjaga reputasi perusahaan dan keberlanjutan sertifikasi RSPO,” ungkap Imran.

“Apakah wartawan yang memberitakan itu tidak senang jika melihat kami orang kecil yang mencari tambahan penghasilan dengan cara bekerja halal? Atau oknum itu minta uang dari kami ataupun vendor,” tutupnya.

Langsa Klikindonesia, 3/5/2025 – Sejumlah pekerja di salah satu unit kebun milik PTPN IV Regional 6 membantah tegas tuduhan yang dimuat oleh salah satu media online terkait dugaan praktik pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan tidak sesuai prosedur dan terkesan tendensius.

Dalam pemberitaan itu menyebutkan bahwa kegiatan chemis-mekanis (penyemprotan racun) yang seharusnya dilaksanakan oleh vendor eksternal, justru dijalankan oleh tenaga internal tanpa perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja. Namun faktanya pekerjaan itu dikerjakan oleh buruh harian lepas (BHL) yang mencari tambahan upah.

“Kami menyatakan bahwa informasi yang dimuat oleh media tersebut tidak benar dan sangat menyesatkan. Seluruh kegiatan pemeliharaan, termasuk penyemprotan, dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan standar operasional RSPO,” tegas Udin, salah satu perwakilan pekerja yang turut terlibat dalam kegiatan pemeliharaan tersebut.

Udin menyatakan bahwa dalam setiap kegiatan operasional, baik yang dilakukan oleh pekerjaan BHL maupun tenaga kerja kontrak/vendor, perusahaan senantiasa memastikan bahwa seluruh pekerja dilengkapi dengan APD sesuai ketentuan dan mendapatkan briefing keselamatan kerja sebelumnya.

“Tudingan bahwa kegiatan dijalankan oleh pihak internal tanpa APD sangat tidak berdasar. Kami dilengkapi dengan APD dan mengikuti pelatihan serta briefing sebelum melaksanakan tugas. Tidak ada kegiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau menyalahi aturan,” tambahnya.

Terkait tuduhan bahwa pekerjaan vendor dijalankan oleh Asisten Kebun, Udin menjelaskan bahwa kehadiran Asisten Kebun dalam kegiatan operasional adalah bagian dari pengawasan dan pembinaan, bukan sebagai pelaksana langsung kegiatan pemeliharaan.

“Kami menduga informasi yang disebarkan kepada media berasal dari pihak yang tidak memahami prosedur operasional di lapangan, atau memiliki motif lain yang ingin menjatuhkan nama baik unit kebun dan perusahaan secara keseluruhan,” timpal Imran yang juga merupakan pekerjaan BHL.

Para pekerja berharap agar awak media semestinya dalam mempublikasikan sebuah berita semestinya melihat dahulu dan mengkaji apakah lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya.

“Kami siap memberikan keterangan dan bukti lapangan jika diperlukan, untuk menunjukkan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Kami bekerja dengan aman, sesuai prosedur, dan dengan integritas tinggi demi menjaga reputasi perusahaan dan keberlanjutan sertifikasi RSPO,” ungkap Imran.

“Apakah wartawan yang memberitakan itu tidak senang jika melihat kami orang kecil yang mencari tambahan penghasilan dengan cara bekerja halal? Atau oknum itu minta uang dari kami ataupun vendor,” tutupnya.

Berita Terkait

Wali Kota Langsa Duduk Bersama Rakyat di Nobar Semifinal Piala Dunia, Suasana Lapangan Merdeka Bergemuruh
Aspirasi Warga Terwujud, Pemko Langsa Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Lapangan Merdeka
Kota Langsa Sukses Pukau Ribuan Penonton di Karnaval Rakernas APEKSI 2026, Angkat Harmoni Budaya Pesisir Timur
Politik Santun: Menang Tanpa Dendam, Kalah Tanpa Musuh
Sambut Idul Adha 1447 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah di Seluruh Kecamatan
Pemko Langsa Padukan CFD dan Peringatan May Day 2026, Ribuan Warga Meriahkan Lapangan Merdeka
Diselimuti Doa dan Tradisi Peusijuk, Wali Kota Langsa Melepas 205 Calon Haji Tahun 2026
Dukung Percepatan Pembangunan Lapangan Voli, PT Fajar Baijuri Kerahkan Alat Berat di Desa Babah Rot

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:29 WIB

Wali Kota Langsa Duduk Bersama Rakyat di Nobar Semifinal Piala Dunia, Suasana Lapangan Merdeka Bergemuruh

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:33 WIB

Aspirasi Warga Terwujud, Pemko Langsa Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Lapangan Merdeka

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:15 WIB

Kota Langsa Sukses Pukau Ribuan Penonton di Karnaval Rakernas APEKSI 2026, Angkat Harmoni Budaya Pesisir Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Politik Santun: Menang Tanpa Dendam, Kalah Tanpa Musuh

Senin, 18 Mei 2026 - 18:09 WIB

Sambut Idul Adha 1447 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah di Seluruh Kecamatan

Berita Terbaru