PB-HIPTI Kecam PT SCM: Janji Smelter Hanya Isapan Jempol, Konflik Sosial Mengintai

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Karikatur Rusmin Abdul Gani Ketua Umum PB-HIPTI

Caption: Karikatur Rusmin Abdul Gani Ketua Umum PB-HIPTI

JAKARTA Klikindonesia
– Pengurus Besar Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (PB-HIPTI) melontarkan kritik tajam terhadap PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) yang dinilai ingkar janji atas komitmen investasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Organisasi kewilayahan itu mendesak pemerintah pusat dan daerah segera bertindak tegas sebelum kekecewaan warga meledak menjadi konflik sosial terbuka.

Bukan tanpa sebab, PB-HIPTI menyebut gelombang protes masyarakat Routa belakangan ini merupakan puncak gunung es dari akumulasi kekecewaan yang terpendam bertahun-tahun. Janji pembangunan smelter, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal disebut hanya tinggal janji.

“Yang terjadi di lapangan hari ini adalah konsekuensi logis dari komitmen yang tidak pernah menjadi kenyataan. Masyarakat tidak bodoh, mereka bisa melihat sendiri mana yang benar-benar dibangun dan mana yang hanya ditempel di atas kertas,” ujar Ketua Umum PB-HIPTI, Rusmin Abdul Gani, dalam keterangan persnya, Selasa (10/2/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

PB-HIPTI menyoroti disparitas antara kemudahan yang diterima perusahaan dan realisasi kewajiban investasi di daerah. PT SCM disebut memperoleh berbagai fasilitas dari pemerintah daerah dan provinsi—termasuk penguasaan wilayah tambang dengan cadangan nikel melimpah—atas nama komitmen hilirisasi industri.

Namun organisasi ini menilai Konawe lebih banyak diperlakukan sebagai wilayah eksploitasi ketimbang mitra pembangunan. Hasil produksi justru dialirkan ke kawasan industri lain di luar daerah, membuat nilai tambah ekonomi lokal menguap sebelum sempat dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di rumah sendiri, sementara kekayaan alam mereka dikeruk tanpa meninggalkan manfaat berarti. Ini persoalan keadilan, bukan sekadar angka investasi,” tegas Rusmin.

PB-HIPTI mendesak tiga lapis pemerintahan—Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan pemerintah pusat—untuk segera turun tangan. Yang paling mendesak adalah dilakukannya audit dan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha serta realisasi kewajiban investasi PT SCM, khususnya terkait pembangunan smelter yang telah lama dijanjikan.

Organisasi ini menegaskan bahwa persoalan yang membentang di Routa tidak lagi berada dalam ranah bisnis semata. Isu ini, menurut PB-HIPTI, telah merambah pada krisis kepercayaan publik yang berpotensi menciderai stabilitas sosial.

“Jika dibiarkan, situasi ini tidak hanya akan memicu konflik horizontal, tetapi juga menciptakan ketidakpastian iklim investasi di Sulawesi Tenggara. Reputasi perusahaan dan daerah sama-sama dipertaruhkan,” imbuh Rusmin.

Di tengah kritik keras yang dilontarkan, PB-HIPTI menegaskan bahwa sikap mereka sama sekali bukan bentuk resistensi terhadap investasi. Justru sebaliknya, organisasi ini mendorong agar investasi yang masuk benar-benar dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kami ingin hilirisasi industri benar-benar memberi nilai tambah bagi daerah. Bukan sekadar menjadikan Konawe sebagai sumber bahan baku, lalu kenyangnya di tempat lain. Negara harus hadir memastikan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam,” tutup Rusmin.

Hingga berita ini diturunkan, PT Sulawesi Cahaya Mineral belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dan desakan PB-HIPTI. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak perusahaan untuk dimuat pada kesempatan berikutnya.

Berita Terkait

*Usai Munas III, Ketum dan Sekjen DPP PJS Sampaikan Pesan Menyentuh: Saatnya Bergerak Menjemput Pengakuan Dewan Pers*
Munas ke-3 PJS Torehkan Sejarah: Dokumen Calon Konstituen Dewan Pers Resmi Diserahkan
Prajurit POM TNI Gugur dalam Operasi Gabungan, Kapolda Aceh: “Ia Pahlawan Kemanusiaan”
Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja Tersembunyi di Tengah Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan
Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa Turun Langsung Monitor Pilchiksung 2026, Pastikan Demokrasi Berjalan Kondusif
Wali Kota Langsa Beri Teladan Demokrasi, Ajak Masyarakat Sukseskan Pilchiksung 2026
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa Hadiri Acara Lepas Sambut Dandim 0104/Aceh Timur, Tegaskan Komitmen Sinergi untuk Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:33 WIB

*Usai Munas III, Ketum dan Sekjen DPP PJS Sampaikan Pesan Menyentuh: Saatnya Bergerak Menjemput Pengakuan Dewan Pers*

Senin, 27 Juli 2026 - 14:30 WIB

Munas ke-3 PJS Torehkan Sejarah: Dokumen Calon Konstituen Dewan Pers Resmi Diserahkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:07 WIB

Prajurit POM TNI Gugur dalam Operasi Gabungan, Kapolda Aceh: “Ia Pahlawan Kemanusiaan”

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:36 WIB

Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja Tersembunyi di Tengah Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:14 WIB

Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari

Berita Terbaru