LANGSA Klikindonesia
– Mentari pagi menyapa pelan pelataran putih Masjid Raya Langsa, bersamaan dengan gelak tawa anak-anak yang kembali memecah sunyi Lapangan Merdeka, Minggu (29/3). Setelah lima bulan menyisakan luka akibat bencana hidrometeorologi dahsyat 26 Oktober 2025 lalu, denyut ruang publik Kota Langsa mulai berdetak normal. Car Free Day (CFD) kembali digelar.
Lebih dari sekadar jalanan tanpa kendaraan, pagi itu adalah simbol pemulihan. Warga tumpahKota ruah sejak pukul 06.00 WIB. Ada yang memadati area stretching bersama instruktur kebugaran, tak sedikit pula yang sekadar duduk beralas tikar di pinggir jalan sambil menyeruput kopi hangat. Sebuah pemandangan yang sempat hilang saat banjir bandang dan tanah longsor melumpuhkan separuh wilayah kota.
“Rasanya lega. Seperti ada kehidupan kembali. Selama ini kami sibuk bersih-bersih rumah dan trauma. Sekarang, anak-anak saya bisa berlari lagi di sini,” ujar Fatimah (39), warga Gampong Jawa yang rumahnya sempat terendam seminggu penuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Kota Langsa tidak serta-merta menggelar CFD untuk sekadar hiburan. Kegiatan ini adalah bagian dari terapi kolektif pascabencana sekaligus eksekusi nyata dari program unggulan “Langsa Juara” di bawah kepemimpinan Wali Kota Jeffry dan Wakil Haikal. CFD menjadi salah satu dari 22 program prioritas yang mengusung ruang publik sehat, inklusif, dan ramah keluarga.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa, dalam keterangannya di sela kegiatan, menjelaskan bahwa rute CFD kali ini diperpendek dan difokuskan di kawasan aman yang tidak terdampak bencana. “Kami juga menyiapkan pos kesehatan darurat dan tim relawan siaga bencana yang berkeliling. Ini bentuk adaptasi kami. Bencana mengajarkan kami untuk tetap waspada, namun tidak boleh berhenti hidup.”
Tak hanya olahraga, CFD perdana pascabencana ini juga diisi dengan pasar rakyat dan layanan konseling trauma ringan gratis yang bekerja sama dengan psikolog muda Langsa. Warga bisa berbelanja hasil bumi sekaligus bercerita, melepas kecemasan yang masih tersisa.
“Car Free Day bukan sekadar bebas kendaraan. Ini adalah pernyataan: Langsa bangkit. Kami hadirkan kembali momen kebersamaan karena ruang publik adalah obat terbaik bagi jiwa yang lelah setelah bencana,” ujar Wali Kota Jeffry dalam sambutan singkatnya.
Harapannya, CFD akan berlangsung rutin setiap minggu, menjadi fondasi kebiasaan hidup sehat sekaligus pengingat bahwa di balik tragedi, gotong royong dan optimisme warga Langsa tak pernah padam.
Dari Lapangan Merdeka, Kota Langsa perlahan mengikat lagi jahitan sosialnya. Bukan hanya infrastruktur yang diperbaiki, tapi juga semangat untuk tertawa bersama di ruang publik yang pernah sunyi.













Komentar