STABAT Klikindonesia
– Sebuah aksi unik sekaligus mencurigakan terekam di salah satu SPBU di Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (23/2/2026) malam. Seorang pengendara motor nekat mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan sistem tangki darurat dan selang eksternal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa yang terjadi setelah waktu berbuka puasa itu terekam kamera warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat motor yang digunakan telah dilengkapi selang menjulur ke bawah yang berfungsi mengalirkan BBM langsung dari tangki tanpa melalui sistem bahan bakar mesin yang normal.
“Kelihatannya sudah biasa, karena dari pantauan kami, pelanggan mengisi sendiri ke tangki motornya padahal ada petugas, tapi hanya melihat saja,” ujar sumber di lokasi.
Modifikasi Khusus untuk Penampungan BBM
Berdasarkan informasi yang dihimpun, motor tersebut tidak hanya menggunakan tangki standar. Terdapat keran eksternal yang dipasang sebagai katup pembuka dan penutup aliran BBM dari selang tambahan. Sistem ini memudahkan pengguna untuk memindahkan BBM ke jerigen atau botol eceran dengan cepat setelah melakukan pembelian di SPBU.
Yang lebih mencolok, di bagian stang motor digantung sebuah botol minuman plastik berisi cairan hijau yang diduga keras merupakan bahan bakar jenis Pertalite. Botol tersebut berfungsi sebagai tangki bahan bakar cadangan atau pengganti sementara, dengan selang yang langsung terhubung ke karburator mesin.
“Ini sistem bahan bakar darurat. Motor tetap bisa menyala saat tangki utama dikosongkan atau dimodifikasi. Jadi saat tangki utama dialirkan ke jerigen, motor tetap hidup menggunakan cadangan dari botol itu,” jelas pengamat otomotif yang enggan disebut namanya.
Harga BBM di SPBU Setempat
Berdasarkan pantauan di lokasi, harga BBM di SPBU tersebut masih mengacu pada ketentuan yang berlaku, di antaranya:
· Pertalite: Rp 10.000 per liter
· Biosolar: Rp 6.800 per liter
· Dexlite: Rp 13.550 per liter
· Pertamax 92: Rp 12.100 per liter
· Pertamina (foto menunjukkan angka 14.208 dan 11.60, kemungkinan merujuk pada kode produk atau stok)
Diduga Modus Penimbunan
Aksi ini memicu kecurigaan masyarakat setempat. Pasalnya, modifikasi semacam ini biasanya digunakan untuk membeli BBM bersubsidi dalam jumlah banyak tanpa terdeteksi, yang kemudian dijual kembali secara eceran dengan harga lebih tinggi.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Di satu sisi masyarakat antre untuk mendapat BBM secukupnya, di sisi lain ada oknum yang memanfaatkan celah dengan modifikasi motor seperti ini. Ini harus menjadi perhatian pihak berwenang,” Tutup seorang masyarakat setempat.











