Aceh Tamiang Klikindonesia
— Gemuruh takbir yang menggema lembut di udara malam mendadak berubah menjadi suasana tegang. Kobaran api tiba-tiba menyala di tumpukan kayu bekas material banjir di kawasan Pesantren Darul Mukhlisin, Dusun Family, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, pada Jumat malam (20/03/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Di saat umat muslim tengah khusyuk menyambut malam kemenangan, si jago merah mengancam ketenangan. Namun, kesigapan aparat kepolisian mengubah potensi bencana menjadi bukti nyata kehadiran negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Aceh yang dipimpin langsung oleh Danyon B Pelopor Kompol Muzakkir, SH, didampingi Danki AKP Muhammad Rizaldi, langsung bergerak cepat. Hanya dalam hitungan menit, sebanyak 12 personel diterjunkan ke lokasi dengan membawa 4 unit Armoured Water Cannon (AWC).


Biasanya dioperasikan untuk pengamanan wilayah rawan, armada taktis tersebut malam itu menjelma menjadi garda terdepan pemadam kebakaran. Sorot lampu AWC yang tajam menembus kegelapan malam, bersanding dengan kepulan asap pekat yang mulai membubung tinggi.
Berkat ketangguhan personel dan kecepatan manuver armada AWC yang mampu menjangkau area sulit, tumpukan kayu kering pascabanjir tersebut berhasil dilokalisir. Api dipadamkan sebelum sempat merembet ke bangunan utama pesantren, menyelamatkan aset pendidikan dan ribuan jiwa yang berlindung di dalamnya.
Kompol Muzakkir, usai memimpin evakuasi, menyampaikan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kesiapsiagaan Polri, terutama di momen sakral seperti malam Idul Fitri.
“Malam ini seharusnya menjadi malam penuh kedamaian bagi saudara-saudara kita di Pesantren Darul Mukhlisin. Begitu menerima laporan, saya instruksikan tim untuk segera bergerak. Bagi kami, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, bahkan di malam takbiran sekalipun,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengerahan unit AWC merupakan langkah taktis untuk mempercepat proses pemadaman, mengingat lokasi yang cukup sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran konvensional.
“Alhamdulillah, api berhasil kita jinakkan dengan cepat. Kami tidak ingin masyarakat Aceh Tamiang larut dalam kecemasan. Kami ingin mereka merayakan Lebaran esok hari dengan rasa aman dan nyaman,” tutup Kompol Muzakkir.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Pesantren Darul Mukhlisin telah dinyatakan kondusif. Personel Brimob masih bersiaga melakukan pendinginan di area sekitar untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.













Komentar