LANGSA Klikindonesia, Selasa 05/05/2026
– Sebuah rilis yang beredar menunjukkan ancang-ancang “Jilid III” bertajuk “Langsa Murka” bertepatan Mei 2026, dengan seruan “Suara Rakyat, Kekuatan Perubahan!”. Namun di balik gelora itu, warga korban dan terdampak banjir Kota Langsa justru masih bertanya-tanya: kapan bantuan stimulan perbaikan rumah, Jaminan Hidup (Jadup), pemulihan ekonomi, dan perlengkapan rumah tangga (prabot) akan disalurkan?
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanda-tanda distribusi paket bantuan tersebut. Padahal kebutuhan mendesak sudah lama dirasakan, sementara eskalasi rencana aksi jilid ketiga kian terlihat.
Masyarakat menilai pemerintah daerah lalai merespons penderitaan warga pascabanjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bantuan tak kunjung datang, yang datang malah ancaman massa,” ujar Erni seorang warga Paya Bujuk Seulemak, Lingkungan Bukit.
Kami hanya dengar janji- janji manis dari pemerintah dan selalu disuruh sabar, sampai kapan kami harus sabar, apa sampai banjir datang lagi!? ” Tutup Erni dengan nada kesal.
Jilid III siap bergulir, tapi bantuan untuk korban banjir Langsa masih nihil.











