Langsa Klikindonesia – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar Apel Pagi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan tema “Hentikan Polusi Plastik”, Kamis (5/6/2025). Acara dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ali Musafah, SE, mewakili Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, bertempat di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa.
Dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Dr. Hanif Faisolnurofiq, S.Hut, M.P, yang dibacakan Ali Musafah, ditekankan bahwa peringatan tahun ini berlangsung di tengah ancaman krisis iklim, polusi plastik, dan kerusakan biodiversitas. Tiga krisis global (triple planetary crisis) yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi, terus mengancam keberlangsungan kehidupan.
“Indonesia kini dalam fase darurat sampah,” tegasnya. Data SIPSN 2024 menunjukkan 22,17 juta ton sampah masih terbuang ke lingkungan, dengan 54,44% berakhir di TPA berstatus open dumping. Jika tidak ada perubahan, seluruh TPA di Indonesia diprediksi tidak mampu menampung sampah pada 2028.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah melalui KLH/BPLH gencar melakukan upaya penanganan, antara lain:
- Sanksi tegas bagi daerah yang masih mengoperasikan TPA dengan sistem open dumping.
- Penyusunan peta jalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
- Menaikkan alokasi anggaran pengelolaan sampah di daerah dari 0,6% menjadi 3% dari total APBD.
- Pembangunan fasilitas sampah ke energi di 33 kota penghasil sampah ≥1.000 ton/hari.
- Revisi regulasi dan peningkatan tanggung jawab produsen dalam pengelolaan sampah.
“Mari jadikan momen ini sebagai aksi nyata, bukan sekadar seremonial. Setiap langkah kecil kurangi plastik, pilah sampah, dukung daur ulang akan berdampak besar bagi generasi mendatang,” ajaknya.
Kegiatan dihadiri oleh Unsur Forkopimda, termasuk Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, S.I.K, Danramil Langsa Barat Kapten Kav. Khairul Nizam, pimpinan OPD, camat, ASN, serta petugas kebersihan.
“Bumi tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan bumi. Wariskan lingkungan sehat, bukan tumpukan plastik.”











