PGN Kecam Keras Aksi Separatis di Bali dan Insiden Perampasan Bendera Merah Putih

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar Klikindonesia – Patriot Garuda Nusantara (PGN) sebagai organisasi masyarakat yang konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengecam keras rencana aksi demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Bundaran Renon, Bali. PGN menilai aksi tersebut bukan sekadar ekspresi demokrasi, melainkan bagian dari gerakan separatis yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

 

Dalam pernyataan resminya, Minggu (14/7), PGN menegaskan bahwa upaya mengibarkan bendera selain Merah Putih, termasuk bendera Bintang Kejora, merupakan bentuk makar terhadap kedaulatan NKRI.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami menolak segala bentuk aksi separatis yang mengancam persatuan Indonesia. AMP tidak boleh menggunakan Bali sebagai panggung untuk provokasi dan propaganda pemecah belah bangsa,” tegas perwakilan PGN.

 

PGN juga menyoroti insiden perampasan Bendera Merah Putih oleh oknum aparat saat hendak dikibarkan dalam Aksi Bela Negara. Organisasi ini menilai tindakan tersebut sebagai pelecehan terhadap simbol kedaulatan bangsa.

 

“Bendera Merah Putih adalah lambang harga diri bangsa. Melarang pengibarannya sama saja dengan mengkhianati negara. Kami mendesak aparat bersikap adil dan tidak tunduk pada tekanan kelompok tertentu,” tegas PGN.

 

PGN mengajak seluruh masyarakat Bali, termasuk ormas, LSM, dan pemuda, untuk bersatu melawan ancaman disintegrasi bangsa.

 

“Kami mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama di Bali, untuk tidak diam melihat gerakan separatis. Mari jaga NKRI dan laporkan setiap upaya provokasi yang mengancam persatuan,” seru PGN.

 

PGN menegaskan kesiapannya menjadi garda terdepan dalam melawan simbol-simbol separatis dan akan terus mengawal Pancasila serta UUD 1945.

 

“Tidak ada kompromi bagi pengkhianat bangsa. Merah Putih harus berkibar di seluruh penjuru tanah air, sementara bendera separatis tidak boleh diberi ruang sedikit pun. NKRI harga mati!”

 

Pernyataan ini ditutup dengan penekanan bahwa menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah atau aparat keamanan.

Berita Terkait

*Usai Munas III, Ketum dan Sekjen DPP PJS Sampaikan Pesan Menyentuh: Saatnya Bergerak Menjemput Pengakuan Dewan Pers*
Munas ke-3 PJS Torehkan Sejarah: Dokumen Calon Konstituen Dewan Pers Resmi Diserahkan
Prajurit POM TNI Gugur dalam Operasi Gabungan, Kapolda Aceh: “Ia Pahlawan Kemanusiaan”
Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja Tersembunyi di Tengah Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan
Polres Langsa Ringkus Pelaku Curas, Barang Bukti iPhone 11 Ditemukan di Tumpukan Botol dan Kotak Telur
Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Langsa Turun Langsung Monitor Pilchiksung 2026, Pastikan Demokrasi Berjalan Kondusif
Wali Kota Langsa Beri Teladan Demokrasi, Ajak Masyarakat Sukseskan Pilchiksung 2026

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:33 WIB

*Usai Munas III, Ketum dan Sekjen DPP PJS Sampaikan Pesan Menyentuh: Saatnya Bergerak Menjemput Pengakuan Dewan Pers*

Senin, 27 Juli 2026 - 14:30 WIB

Munas ke-3 PJS Torehkan Sejarah: Dokumen Calon Konstituen Dewan Pers Resmi Diserahkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:07 WIB

Prajurit POM TNI Gugur dalam Operasi Gabungan, Kapolda Aceh: “Ia Pahlawan Kemanusiaan”

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:36 WIB

Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja Tersembunyi di Tengah Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:14 WIB

Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari

Berita Terbaru