LANGSA Klikindonesia Sabtu 20/09/2025
Pemberitaan yang menyebut Penjabat Geuchik Karang Anyar, Hartama SSTP, sebagai figur yang arogan dan memecah belah warga, dibantah keras oleh perwakilan masyarakat Dusun Bahagia. Sujarno, salah seorang warga, menyatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Berdasarkan penjelasan Sujarno, sosok Hartama justru dikenal sebagai pribadi yang bersahaja dan telah berhasil membawa perubahan positif dalam tata kelola pemerintahan gampong. “Pj. Geuchik Hartama SSTP yang kami kenal adalah orang yang sangat bersahaja dan telah berhasil mengubah sistem tata kelola Pemerintahan Gampong Karang Anyar menjadi lebih baik,” ujarnya.
Isu yang ramai diperbincangkan terkait dengan pergantian Kepala Dusun (Kadus) Bahagia. Sujarno menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah inisiatif sepihak dari Hartama, melainkan respons atas aspirasi warga yang dituangkan dalam petisi yang ditandatangani oleh sebagian besar masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Petisi itu dibuat karena sikap Kadus dusun Bahagia yang arogan dan cenderung mengutamakan kelompoknya dalam penyaluran bantuan. Klimaksnya ketika Kadus Bahagia menolak beberapa warga yang ingin berkurban di dusunnya pada Idul Adha tahun lalu,” jelas Sujarno.
Dia menyimpulkan bahwa justru Kadus lama, yang akrab disapa Pipit, yang selama ini bersikap arogan dan memecah belah warga. Masyarakat pun yakin bahwa dengan kepemimpinan kadus yang baru, kondisi dusun akan membaik dan kembali kondusif.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, Sari Endra (Indet), yang menilai Hartama sebagai pimpinan yang baik, pintar, dan selalu mengakomodasi aspirasi warga.
Terkait unjuk rasa yang terjadi kemarin, Sujarno mengklarifikasi bahwa massa yang turun hanya berjumlah sekitar 15–20 orang, dan mayoritas bukan berasal dari warga Dusun Bahagia. “Hanya segelintir yang tidak setuju dengan pergantian kadus. Justru yang meminta pergantian jauh lebih banyak jika dikumpulkan,” tegasnya. Diduga kuat ada kepentingan lain yang ditunggangi di balik unjuk rasa tersebut.
Sujarno berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Hari ini Pak Hartama adalah pemimpin kita sebagai Pj. Geuchik Karang Anyar. Beri kepercayaan kepada beliau karena kebijakannya demi kebaikan gampong kita bersama,” pungkasnya.











