ACEH TIMUR Klikindonesia
– Sinergi intelijen lintas instansi kembali berbuah manis. Tim gabungan Kantor Wilayah DJBC Aceh, Direktorat Interdiksi Narkotika DJBC, Bea Cukai Langsa, BNN RI, dan BNN Provinsi Aceh, sukses menggagalkan penyimpanan dan peredaran narkotika jenis sabu (methamphetamine) seberat sekitar 60 kilogram. Operasi berdurasi dua hari (4-5 Februari 2026) ini membuktikan efektivitas pengembangan kasus dan penindakan berkelanjutan pasca pengungkapan 100 kg sabu di wilayah yang sama pada Januari lalu.
Operasi ini merupakan hasil joint analysis dan pengembangan mendalam dari kasus besar sebelumnya di Peureulak Timur. Tim tidak berhenti pada satu penangkapan, melainkan melakukan surveillance dan pengumpulan informasi untuk membongkar jaringan yang diduga masih aktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada 4 Februari 2026, tim bergerak cepat. Seorang tersangka berinisial B diamankan di Jalan Lintas Sumatera, Kutablang, Kabupaten Bireuen, saat mengendarai kendaraan L300. Dari pemeriksaan mendesak, B memberikan informasi kunci tentang lokasi penyimpanan sabu.
Informasi itu mengantarkan tim pada 5 Februari 2026 ke sebuah rumah di Gampong Seuneubok Paya, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Rumah tersebut milik orang tua dari seorang DPO (Daftar Pencarian Orang) berinisial H. Di lokasi itulah, tim menemukan tiga karung besar berisi sabu yang siap diedarkan.
Sabu-sabu seberat total 60 kg itu ditemukan di dua titik tersembunyi:
- Satu karung disembunyikan di sebuah kios di bagian depan rumah.
- Dua karung lainnya diletakkan di area belakang rumah, dekat kandang kambing, untuk mengelabui.
Hasil penyelidikan lebih lanjut mengungkap, barang bukti ini juga terkait dengan pelaku lain berinisial I yang masih buron. Keduanya, H dan I, diduga merupakan bagian dari jaringan besar yang sama yang telah diendus sejak operasi Januari 2026.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Bier Budy, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen tanpa kompromi dalam memerangi narkotika. “Pengungkapan beruntun ini menunjukkan bahwa kita tidak akan berhenti. Sinergi kami dengan BNN dan instansi lain diperkuat, khususnya di wilayah perairan dan jalur rawan, untuk menutup segala celah penyelundupan,” tegas Bier Budy di Langsa, Senin (9/2).
Ia menambahkan, operasi ini bukan sekadar soal angka, melainkan bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda Aceh, dari ancaman bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan.
Pengungkapan ini merupakan pukulan telak bagi jaringan narkotika yang beroperasi di wilayah Aceh bagian timur. Tim gabungan kini masih melanjutkan penyelidikan untuk melacak dan menangkap seluruh pelaku yang masih buron, termasuk mengungkap asal-usul dan rantai distribusi sabu tersebut. Masyarakat diimbau untuk terus bekerja sama dengan memberikan informasi jika mencurigai aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya.











