Langsa Klikindonesia, (04/07/2025) – Direktur PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyatakan akan segera mengambil keputusan tegas menyikapi tuntutan Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) Regional VI yang mendesak pergantian pimpinan. Tuntutan ini bahkan telah mendapat sorotan dari DPR Aceh dan Gubernur Aceh, yang merekomendasikan perusahaan mengakomodasi permintaan tersebut.

Dalam langkah berani, Jatmiko menggelar pertemuan eksklusif dengan seluruh perwakilan karyawan tanpa kehadiran manajemen regional maupun serikat pekerja. Pertemuan digelar di Kantor Region Office Langsa, Aceh, Jumat (04/07).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Demi kebaikan Regional VI, saya akan ambil langkah tegas dan cepat. Apapun keputusannya, tujuannya jelas: untuk kemajuan Regional VI dan kesejahteraan karyawan,” tegas Jatmiko.
Kinerja di Bawah Target: Potensi Besar yang Belum Tergali
Meski memiliki tanah subur dan potensi luar biasa, kinerja operasional Regional VI masih jauh dari sasaran. Hingga Juni 2025, produksi masih di bawah target.

“Apakah karena hama, penanganan losis yang kurang optimal, atau faktor lain? Ini harus kita bahas bersama Gubernur dan Forkopimda. Aset negara ini harus jadi kebanggaan Aceh!” ungkap Jatmiko.
Jatmiko mengingatkan, ketahanan pangan dan energi sedang menjadi fokus pemerintah. Ini adalah peluang emas bagi Regional VI untuk bangkit dan menjadi regional juara.
“Mari bekerja sebagai ibadah. Jujur, patuhi aturan, laporkan data valid. Ini saatnya kita buktikan bahwa Regional VI bisa lebih hebat!” serunya penuh semangat.
Menanggapi aksi unjuk rasa SP BUN, Jatmiko menegaskan bahwa karyawan harus bekerja tanpa gangguan.
“Kita sayangkan aksi ini. Saya belum yakin tuntutan SP BUN benar-benar mewakili suara seluruh karyawan. Saya akan pastikan kebenarannya sebelum memutuskan,” tegasnya.
Jatmiko berjanji akan segera mengambil keputusan terbaik untuk memajukan Regional VI dan melindungi hak karyawan.
“Saya tidak ingin salah langkah. Keputusan apapun nanti, semuanya untuk kemajuan bersama!” tutupnya dengan penuh keyakinan.











