Jerih Payah Puluhan Tahun Lenyap Sekejap Geuchik AL Diduga Gelapkan Lahan Warga untuk Perusahaan

- Jurnalis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur Klikindonesia, 12/07/2025

Geuchik (Kepala Desa) Alue Tui, Kecamatan Rantau Seulamat, berinisial AL, kini terancam laporan polisi setelah diduga menjual 100 hektar lahan perkebunan milik Kelompok Tani Guha Tani ke PT Nabati secara sepihak. Warga geram, menuding ada praktik kongkalikong dan pengkhianatan terhadap jerih payah petani yang telah membuka lahan sejak 2011.

 

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kelompok Tani Guha Tani, Darussamin, menyatakan bahwa lahan yang semula berupa semak belukar berhasil diubah menjadi kebun produktif dengan tanaman sawit, jabon, sengon, dan pete. Namun, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kabar bahwa lahan tersebut sudah berpindah tangan tanpa musyawarah.

“Ini penipuan! Kami yang membuka lahan, memelihara bertahun-tahun, tiba-tiba tanah kami dijual tanpa sepatah kata pun dari Geuchik,” tegas Darussamin, suaranya bergetar marah.

 

Upaya pendekatan kekeluargaan sudah dilakukan, tetapi Geuchik AL disebut mengabaikan dan tidak memberikan klarifikasi. “Kami coba hubungi berulang kali, dia diam saja. Seolah tidak ada rasa bersalah,” tambah Darussamin.

 

Frustasi dengan sikap Geuchik, kelompok tani kini mempertimbangkan langkah hukum. Jika terbukti, AL bisa dijerat dengan:

– Pasal 372 KUHP (Penggelapan) Hingga 4 tahun penjara.

– Pasal 426 KUHP (Penyalahgunaan Wewenang) Ancaman 5 tahun kurungan.

 

Kasus ini memicu gelombang protes warga yang menuntut transparansi pengelolaan aset desa. “Ini bukan sekadar tanah, tapi nyawa kami! Kalau perlu, kami bakal demo sampai ada keadilan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Sementara itu, PT Nabati perusahaan yang diduga membeli lahan tersebut masih bungkam. Tidak ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan, memantik spekulasi apakah transaksi ini sah atau ada kecurangan.

Berita Terkait

Wali Kota Langsa Turun Langsung Tinjau Pasar, Janjikan Revitalisasi Bertahap Demi Kenyamanan Pedagang
*Usai Munas III, Ketum dan Sekjen DPP PJS Sampaikan Pesan Menyentuh: Saatnya Bergerak Menjemput Pengakuan Dewan Pers*
Munas ke-3 PJS Torehkan Sejarah: Dokumen Calon Konstituen Dewan Pers Resmi Diserahkan
Prajurit POM TNI Gugur dalam Operasi Gabungan, Kapolda Aceh: “Ia Pahlawan Kemanusiaan”
Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja Tersembunyi di Tengah Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan
Polres Langsa Ringkus Pelaku Curas, Barang Bukti iPhone 11 Ditemukan di Tumpukan Botol dan Kotak Telur
Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Langsa: Wali Kota Hadir, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lapangan Merdeka

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:10 WIB

Wali Kota Langsa Turun Langsung Tinjau Pasar, Janjikan Revitalisasi Bertahap Demi Kenyamanan Pedagang

Senin, 27 Juli 2026 - 14:33 WIB

*Usai Munas III, Ketum dan Sekjen DPP PJS Sampaikan Pesan Menyentuh: Saatnya Bergerak Menjemput Pengakuan Dewan Pers*

Senin, 27 Juli 2026 - 14:30 WIB

Munas ke-3 PJS Torehkan Sejarah: Dokumen Calon Konstituen Dewan Pers Resmi Diserahkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:07 WIB

Prajurit POM TNI Gugur dalam Operasi Gabungan, Kapolda Aceh: “Ia Pahlawan Kemanusiaan”

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:36 WIB

Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja Tersembunyi di Tengah Perkebunan Sawit, Puluhan Batang Tanaman Siap Panen Diamankan

Berita Terbaru