LANGSA – Sebuah kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang digelar anggota DPR RI asal Aceh, Ilham Pangestu (Partai Golkar), menuai kritik tajam. Kegiatan yang seharusnya menyasar masyarakat peduli hutan justru diisi oleh kader partai pengusungnya.
Zulfadli, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh LSM Perintis, menyayangkan keras kebijakan Ilham Pangestu yang dinilai tidak melibatkan stakeholder kunci, yaitu masyarakat pencari nafkah di hutan dan pegiat konservasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan sosialisasi dan bimtek RHL tersebut pesertanya hanya kader Partai Golkar yang tidak pernah berkecimpung atau mencari makan di hutan. Terkesan akal-akalan demi mengambil uang negara saja,” tegas Zulfadli dalam keterangan persnya di Langsa, Kamis (21/08/2025).
Dia mempertanyakan alasan logis di balik penentuan peserta. Menurutnya, bimtek semacam ini justru akan sangat bermanfaat jika diberikan kepada masyarakat yang hidupnya bergantung pada hutan, alih-alih kepada “orang kota” yang awam persoalan kehutanan.
Zulfadli memberikan contoh konkret ketidaktepatan sasaran ini. “Salah satu contoh saat ini tentang terjadinya kerusakan hutan mangrove yang disebabkan oleh pembukaan tambak. Mengapa kegiatan tersebut tidak diberikan kepada masyarakat pesisir sehingga mereka mendapatkan edukasi untuk menjaga kelestarian?”
Ironisnya, dalam bimtek tersebut, Ilham Pangestu disebutkan menyampaikan bahwa salah satu penyebab kerusakan hutan adalah akibat pembukaan perkebunan kelapa sawit oleh masyarakat. “Lalu, mengapa tidak berikan sosialisasi tersebut justru kepada para petani sawit itu langsung?” tuturnya.
Aktivis ini pun menduga ada motif lain di balik kegiatan tersebut. Kegiatan yang didanai APBN ini dinilainya tidak tepat sasaran dan lebih mirip dengan kaderisasi partai yang dibungkus sebagai program negara.
“Alih-alih untuk pemberdayaan, sosialisasi dan bimtek justru lebih mirip dengan kaderisasi partai berkedok kegiatan negara. Yang menjadi pertanyaan besar, berapa besar anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan yang tidak melibatkan stakeholder utama ini?” tanyanya.
Zulfadli menilai, hal ini berpotensi menjadi bentuk lain dari penggunaan anggaran negara untuk kepentingan elektoral dengan menyasar kader partai.
Dia mengakhiri kritiknya dengan analogi yang sinis, “Memberikan pelatihan rehabilitasi hutan kepada kader partai yang tidak paham medan ibarat mengajari ikan memanjat pohon. Hasilnya pasti nol besar.”
Klikindonesia berhasil konfirmasi kepada ketua panitia yang akrab dipanggil Nasir Agam menyampaikan, Sebanyak 100 orang kader Partai Golkar mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang berlangsung di Langsa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program aspirasi Anggota DPR RI, Ilham Pangestu, yang dilaksanakan pada masa reses.
Menurut Ketua Panitia, Nasir, kegiatan ini diikuti secara khusus oleh kader partai. “Peserta berjumlah 100 orang dan tidak melibatkan kelompok tani, karena sasaran utamanya kader Golkar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nantinya para peserta yang telah mengikuti bimtek ini akan menerima bantuan bibit untuk didistribusikan dan ditanam di daerahnya masing-masing. Program serupa tidak hanya dilaksanakan di Kota Langsa, tetapi juga akan menjangkuti seluruh daerah pemilihan (Dapil) H. Ilham Pangestu yang mencakup delapan kabupaten/kota, tutupnya.











