Langsa Klikindonesia
Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggencarkan kampanye Gerakan Cegah Stunting sebagai bagian dari program unggulan Langsa Juara. Kegiatan yang berlangsung di Gampong Sukarejo, Kamis (20/11/2025) ini, menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam menekan angka stunting, yang telah membuahkan hasil signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Kota Langsa berhasil mencatatkan penurunan prevalensi stunting sebesar 10%, dari 25,6% pada 2023 menjadi 15,6% di 2024. Prevalensi ini merupakan yang terendah di antara 23 kabupaten/kota di Aceh, dan bahkan lebih baik dari angka nasional yang berada di 19,8%.

“Ini adalah buah dari fokus dan kerja keras kita bersama sejak 2022. Hasilnya, kasus stunting di Langsa terus menurun,” ujar Asisten I Pemerintahan, Suriyatno, yang mewakili Wali Kota dalam acara tersebut. Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat dan berdaya saing.

Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, TP PKK, dan elemen masyarakat ini, bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Muhammad Yusuf Akbar, menambahkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan peran aktif semua pihak.
“Edukasi tentang gizi seimbang, sanitasi layak, dan pola hidup bersih harus sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Ini bukan
hanya tugas kesehatan, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Melalui kampanye ini, Pemko Langsa berharap komitmen bersama dapat semakin diperkuat untuk mewujudkan Langsa yang bebas stunting dan maju.











