LANGSA Klikindonesia
Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, melalui Dinas Sosial, secara resmi menyalurkan bantuan multipaket kepada anak yatim dan piatu di wilayahnya. Bantuan ini merupakan bagian dari program percepatan pemulihan masyarakat pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh akhir November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, SE, secara langsung menyalurkan bantuan di beberapa gampong pada Sabtu (27/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar bantuan ini dapat meringankan beban keluarga, khususnya anak-anak yang kehilangan orang tua.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi anak yatim/piatu dan turut meringankan beban masyarakat pasca bencana banjir dan longsor di Kota Langsa,” ujar Jeffry Sentana di lokasi penyaluran.
Bantuan yang disalurkan bersifat komprehensif, mencakup kebutuhan pokok dan non-pokok. Paket tersebut berisi:
· Sembako: Beras, gula, minyak goreng, dan mi instan.
· Pakaian & Perlengkapan: Kain sarung, pakaian baru (laki-laki & perempuan), jilbab.
· Kebutuhan Harian: Biskuit (makanan ringan), susu, sabun mandi, dan perlengkapan mandi lainnya.
· Santunan: Bantuan uang tunai.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Sopian, S.Pd, MM, menjelaskan bahwa penyaluran telah dimulai secara simbolis sejak Jumat (26/12) di Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota. Penyaluran kemudian berlanjut ke Gampong Lhoukbani, Seuriget, dan Paya Bujok Teungoh.

“Data penerima bersumber dari laporan Geuchik (Kepala Desa) di masing-masing gampong. Kriteria penerima adalah anak yatim/piatu dengan usia maksimal 17 tahun yang telah terdata atau melalui tambahan data dari laporan keluarga,” jelas Sopian.
Pemko Langsa mengajak masyarakat yang memiliki keluarga dengan kategori yatim/piatu untuk melaporkan kepada Geuchik setempat. Hal ini dilakukan agar program bantuan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Walikota Jeffry Sentana mengungkapkan bahwa program bantuan sosial akan berlanjut. “Selanjutnya, Pemko Langsa juga akan menyalurkan program bantuan kepada para lansia sebagai bentuk kepedulian kami pasca bencana,” tambahnya.
Kegiatan penyaluran bantuan ini turut dihadiri oleh perwakilan Baitul Mal, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, geuchik, teungku imum, dan perangkat gampong, menunjukkan kolaborasi multipihak dalam program tanggap darurat dan pemulihan ini.











