LANGSA Klikindonesia
– Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar Gerakan Pangan Murah (GMP) sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Langsa dan berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu (14/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026).
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Warga berbondong-bondong memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. GMP ini diadakan serentak di 23 kabupaten/kota se-Aceh, sebagai sinergi antara Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dengan Pemerintah Kota Langsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa, Ernie Yanti, menegaskan bahwa kegiatan ini menyasar langsung kebutuhan masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat bisa menyambut Ramadhan dengan tenang, tanpa dibayangi kekhawatiran lonjakan harga,” ujarnya.
Sebanyak 33.000 paket pangan murah disiapkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 30.000 paket untuk GMP dan 3.000 paket untuk Pasar Murah yang dikelola oleh Disperindagkop UKM. Berikut daftar harga pokok yang dijual dengan subsidi:
Komoditas GMP (Dinas Pangan):
· Telur ayam (size besar): Rp43.000/papan
· Cabai rawit: Rp34.000/kg
· Cabai merah: Rp30.000/kg
· Cabai hijau: Rp18.000/kg
· Bawang merah: Rp26.000/kg
· Bawang putih: Rp26.000/kg
· Tomat: Rp12.000/kg
Komoditas Pasar Murah (Disperindagkop UKM):
· Beras premium (10 kg): Rp110.000
· Minyak goreng (2 liter): Rp33.000
· Gula pasir (1 kg): Rp13.600
· Telur ayam (papan): Rp38.500
Plt. Kepala Disperindagkop UKM Kota Langsa, Harris Gusnally, menambahkan bahwa pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan dipusatkan di Lapangan Merdeka. Selanjutnya, pasar murah akan berpindah ke Pasar Langsa Lama di Gampong Pondok Pabrik (Kecamatan Langsa Lama) serta Pasar Langsa Baro di Gampong Lengkong (Kecamatan Langsa Baro).

Kegiatan ini tidak hanya responsif terhadap tren kenaikan harga menjelang Ramadhan, tetapi juga sebagai langkah antisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu.
“Pasca bencana, distribusi pangan sempat terganggu. GMP ini menjadi bagian dari upaya pemulihan dan penguatan ketahanan pangan daerah,” tegas Ernie Yanti.
Pemerintah Kota Langsa mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tetap menjaga ketertiban selama pelaksanaan kegiatan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan kolaborasi antara Pemko Langsa dan Pemerintah Aceh, Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu menekan laju inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar hingga ke pelosok. Masyarakat pun diharapkan dapat menyambut Ramadhan dengan rasa aman, nyaman, dan penuh keberkahan.











