LANGSA Klikindonesia
– Ombak perubahan di lingkungan Pemerintah Kota Langsa mulai menunjukkan gelfoto: ombang positif. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) resmi menganugerahkan predikat “BB” dengan nilai 71,15 untuk kinerja reformasi birokrasi (RB) Kota Langsa tahun 2025.
Capaian ini tertuang dalam Surat Nomor B/23/RB.04/2026 yang ditandatangani 10 April 2026. Tak hanya membanggakan, angka ini mencatatkan lompatan signifikan—melesat dari tahun sebelumnya yang hanya bertengger di angka 68,62 dengan predikat “B”.
Kenaikan 2,53 poin dalam satu tahun bukanlah hal instan. Di baliknya ada kerja sistematis: penguatan sistem akuntabilitas, percepatan digitalisasi layanan, hingga perubahan budaya kerja aparatur yang mulai membudaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, SE, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ia menyebut capaian ini sebagai panggung awal menuju birokrasi kelas unggulan.
“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa Pemerintah Kota Langsa benar-benar bergerak. Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Sekda, seluruh OPD, dan terutama Bagian Organisasi Setda yang luar biasa dalam pendampingan evaluasi. Tanpa sinergi, predikat BB ini tak akan pernah kita raih,” ujar Jeffry penuh haru.
Ia menyoroti bahwa keberhasilan ini adalah buah dari transformasi kecil yang dilakukan konsisten: dari kedisiplinan ASN, transparansi penganggaran, hingga kecepatan respons terhadap keluhan warga.
Yang menarik, capaian Langsa kali ini tidak hanya dinilai dari dokumen, namun juga dari persepsi publik terhadap perubahan perilaku birokrasi. Penerapan nilai dasar BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) mulai terasa dampaknya.
Wali Kota menegaskan, predikat BB adalah batu loncatan, bukan garis finis.
“Ke depan, kami akan gencar melakukan transformasi digital pemerintahan dan melahirkan inovasi-inovasi layanan publik yang menyentuh langsung warga. Birokrasi harus sigap, transparan, dan responsif. Masyarakat Langsa berhak merasakan pemerintah yang benar-benar melayani,” tegasnya.
Pemerintah Kota Langsa kini memasang target ambisius: memantapkan predikat “BB” menuju “A” dalam dua tahun ke depan. Dengan modal nilai 71,15, jarak menuju predikat “A” (minimal 80) memang masih perlu kerja ekstra, namun optimisme itu terus dipupuk.
Sekretaris Daerah Kota Langsa yang turut mendampingi proses evaluasi menyebut bahwa capaian ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajaran ASN. “Kita tidak boleh cepat puas. Reformasi birokrasi adalah gerakan berkelanjutan. Mulai dari ketepatan waktu masuk kerja, hingga pelayanan terpadu satu pintu yang makin ramah,” ujarnya.
Dengan raihan ini, Langsa kini tak hanya dikenal sebagai kota yang tenang dan religius, tetapi juga sebagai laboratorium reformasi birokrasi di kawasan timur Aceh. Masyarakat pun kini menanti: apa inovasi berikutnya yang akan membuat urusan administrasi semakin mudah, cepat, dan tanpa ribet?
Keterangan:
· Nilai: 71,15 (sebelumnya 68,62)
· Predikat: BB (sebelumnya B)
· Tahun Evaluasi: 2025
· Penerbit: KemenPAN-RB (Surat April 2026)
· Target ke depan: Budaya BerAKHLAK, digitalisasi layanan, inovasi publik menuju “Langsa Juara”











