Wali Kota Langsa Buka Multikultur Festival 2026, Perkuat Harmoni dalam Keberagaman

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGSA Klikindonesia
– Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., secara resmi membuka Multikultur Festival 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Lindung Kota Langsa, Sabtu (18/7/2026). Mengusung tema “Pemberdayaan Ruang Publik”, festival ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai pusat aktivitas budaya, sosial, ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan.

Festival yang digelar di bawah rindangnya pepohonan Hutan Kota Langsa ini menjadi bukti nyata bahwa ruang publik dapat dihidupkan sebagai ruang dialog, edukasi, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembukaan festival dihadiri Ketua Dekranasda Kota Langsa Ny. Devi Jeffry Sentana, Kepala Disporapar Kota Langsa Banta Ahmad, Dr. Drs. Rachmatsyah, M.Pd., Direktur PT Pekola Hj. T. Ratna Lailasari, perwakilan OPD, Tokoh Pemuda, Seniman, Budayawan, Komunitas Kreatif, Agam dan Inong Kota Langsa, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi seluruh panitia, komunitas seni budaya, pelaku UMKM, relawan, dan berbagai pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan festival.

“Multikultur Festival bukan sekadar perayaan seni dan budaya, tetapi simbol persatuan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Langsa. Kolaborasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan, Hutan Lindung Kota Langsa memiliki peran strategis sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga menjadi pusat edukasi, rekreasi, kreativitas masyarakat, serta penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ruang publik harus menjadi tempat bertemunya ide, budaya, kreativitas, dan inovasi. Dari ruang publik yang dikelola dengan baik, kita dapat memperkuat UMKM, industri kreatif, dan pariwisata daerah,” tambahnya.

Wali Kota menilai kegiatan seperti ini merupakan investasi sosial dan budaya yang sangat penting bagi masa depan Kota Langsa. Melalui festival ini, Pemerintah Kota Langsa berharap kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh, persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya semakin erat, serta Kota Langsa semakin dikenal sebagai kota yang harmonis, inklusif, dan berbudaya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Dr. Mufti Riyani, M.Pd. menjelaskan bahwa Langsa Multikultur Fest 2026 merupakan implementasi Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui hibah kategori perorangan dalam skema Pendayagunaan Ruang Publik.

Ia mengungkapkan bahwa festival ini lahir dari hasil riset mengenai sejarah lokal, memori kolektif, dan kehidupan multikultural masyarakat Kota Langsa. Mengangkat tema “Langsa: Sejarah, Memori Kolektif, dan Seni Budaya”, festival ini melibatkan berbagai komunitas budaya di Kota Langsa. Rangkaian acara menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari seni tutur, tari tradisional, pertunjukan vokal, pameran seni lukis, pembacaan puisi, penulisan sastra, lomba mendongeng, lomba cipta puisi, lomba desain poster, flashmob, voice over challenge, slam poetry, read aloud, Kids Corner, hingga diskusi budaya.

“Kami ingin ruang publik menjadi ruang belajar budaya. Keberagaman yang dimiliki Kota Langsa harus terus dirawat melalui kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dr. Mufti.

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa, Drs. H. Mursyidin Budiman, juga memberikan apresiasi. Menurutnya, adat dan budaya merupakan fondasi yang membentuk jati diri masyarakat Aceh, termasuk Kota Langsa yang sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang dihuni berbagai etnis dan budaya.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat, terutama generasi muda, dapat memahami bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dijaga. Budaya dan adat menjadi perekat yang menguatkan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pekola, Hj. T. Ratna Lailasari, S.H., M.H., menyambut baik dipilihnya Hutan Kota Langsa sebagai lokasi festival. Sebagai pengelola kawasan, pihaknya merasa bangga karena Hutan Kota tidak hanya berfungsi sebagai kawasan hijau, tetapi juga mampu menjadi ruang publik yang mendukung kegiatan seni, budaya, pendidikan, dan pariwisata.

Sepanjang festival, pengunjung disuguhi beragam kegiatan yang dirancang agar generasi muda dapat mengenal kembali akar budayanya melalui kegiatan yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Festival ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Kota Langsa sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Berita Terkait

Wali Kota Langsa Turun Langsung Tinjau Pasar, Janjikan Revitalisasi Bertahap Demi Kenyamanan Pedagang
Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Langsa: Wali Kota Hadir, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lapangan Merdeka
Wali Kota Langsa Beri Teladan Demokrasi, Ajak Masyarakat Sukseskan Pilchiksung 2026
Car Free Day Langsa: Harmoni Ruang Publik untuk Kesehatan, Ekonomi, dan Inovasi Layanan
Wali Kota Langsa Lantik 16 Pejabat Eselon III: “Jangan Jadi Birokrasi Lamban, Jadilah Motor Perubahan!”
Wali Kota Langsa Duduk Bersama Rakyat di Nobar Semifinal Piala Dunia, Suasana Lapangan Merdeka Bergemuruh
Car Free Day Langsa Bertransformasi Menjadi Episentrum Kolaborasi, Ekonomi, dan Layanan Publik Inklusif
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:10 WIB

Wali Kota Langsa Turun Langsung Tinjau Pasar, Janjikan Revitalisasi Bertahap Demi Kenyamanan Pedagang

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:14 WIB

Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari

Senin, 20 Juli 2026 - 23:14 WIB

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Langsa: Wali Kota Hadir, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lapangan Merdeka

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:06 WIB

Wali Kota Langsa Beri Teladan Demokrasi, Ajak Masyarakat Sukseskan Pilchiksung 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:51 WIB

Car Free Day Langsa: Harmoni Ruang Publik untuk Kesehatan, Ekonomi, dan Inovasi Layanan

Berita Terbaru