LANGSA Klikindonesia
– Menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN), karyawan PTPN I Regional VI menyampaikan harapan agar organisasi serikat pekerja tetap menjadi ruang demokrasi yang sehat. Mereka menginginkan adanya kesempatan yang setara bagi seluruh kader potensial tanpa pengkondisian atau pembatasan aspirasi.
Seorang Ketua Unit SPBUN PTPN I Regional VI yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Langsa, Rabu (25/02/2026), menyatakan bahwa proses regenerasi kepemimpinan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat marwah, soliditas, dan relevansi organisasi ke depan.
“Regenerasi bukan sekadar pergantian figur, tetapi upaya memastikan organisasi dipimpin oleh kader terbaik yang lahir melalui mekanisme sah, terbuka, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, meskipun saat ini muncul sejumlah nama kader internal yang diusulkan sebagai calon Ketua Umum SPBUN—seperti Abdul Khalid, M. Yacob AR, Taufik, M. Febriansyah, Agung Ibrahim, dan Armiadi—peluang bagi calon lain untuk berkompetisi tetap terbuka.
“Penyebutan nama-nama tersebut bukan untuk mengunggulkan atau mengesampingkan pihak mana pun, melainkan sebagai gambaran bahwa organisasi memiliki banyak sumber daya manusia unggul yang layak diberi ruang dan kesempatan yang sama dalam proses pemilihan kepemimpinan,” jelasnya.
Ia menambahkan, SPBUN akan semakin kuat jika regenerasi kepemimpinan berlangsung secara transparan, partisipatif, dan taat aturan. “Keterbukaan justru akan melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat, diterima anggota, serta mampu membawa organisasi dan perusahaan ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.
Ia berharap para pemangku kepentingan organisasi dapat menjalankan mekanisme sesuai AD/ART, menghindari praktik pengkondisian yang dapat melemahkan demokrasi internal, serta memberi ruang dialog dan aspirasi yang setara bagi seluruh kader.
“Kami percaya, serikat pekerja yang dewasa adalah serikat yang kuat dalam aturan, sehat dalam perbedaan, dan besar dalam visi—serikat yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan demi kemajuan perusahaan dan kontribusi positif bagi daerah,” tutupnya.











