LANGSA Klikindonesia
– keresahan warga korban banjir di Kota Langsa mulai memanas menjelang akhir Maret 2026. Di tengah lambatnya proses pendataan dan ketidakjelasan kepastian bantuan, sebuah surat imbauan resmi yang beredar luas justru memicu kontroversi. Pemerintah Kota Langsa menginstruksikan seluruh camat untuk memerintahkan para geuchik (kepala desa) menahan warganya agar tidak turun ke jalan melakukan demonstrasi.
Surat imbauan yang disebarkan melalui aplikasi WhatsApp itu muncul setelah informasi mengenai rencana aksi unjuk rasa oleh korban banjir beredar di tengah masyarakat. Dalam imbauan tersebut, pemerintah gampong diminta secara tegas mengumumkan kepada warga bahwa selama proses pendataan dan verifikasi berlangsung, aksi demonstrasi tidak dibenarkan.
“Segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu proses tersebut, termasuk aksi demonstrasi, tidak dibenarkan,” demikian bunyi imbauan yang dikutip pada Selasa (31/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah satu klausul dalam imbauan itu yang dinilai bernada ancaman. Pemerintah secara eksplisit menyebutkan bahwa warga yang sudah terdata atau namanya telah masuk sebagai calon penerima bantuan, jika tetap ikut aksi demonstrasi, maka segala risiko keterlambatan maupun kendala administrasi bantuan menjadi tanggung jawab masing-masing warga.
Kalimat tersebut langsung memunculkan tafsir di lapangan bahwa aksi protes warga bisa berimplikasi terhadap kelancaran proses bantuan yang sedang ditunggu ribuan korban banjir.
Wartawati dari media Klikindonesia mencoba melakukan konfirmasi terkait hal ini kepada sejumlah geuchik. Namun, para aparatur gampong itu memilih untuk tidak bersuara dan tidak bersedia disebutkan namanya karena alasan keamanan dan tekanan dari atasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kota Langsa mengenai isi surat imbauan yang dinilai kontroversial tersebut. Sementara itu, warga korban banjir masih terus menanti kejelasan data dan kepastian kapan bantuan akan segera disalurkan.













Komentar