LANGSA Klikindonesia, 12 Juli 2026
– Matahari Minggu pagi menyapa Kota Langsa dengan hangat, namun tak lebih hangat dari antusiasme ribuan warga yang memadati kawasan Lapangan Merdeka. Sejak pukul 06.00 WIB, hiruk-pikuk kebahagiaan telah menggantikan kesunyian jalan raya. Car Free Day (CFD) kali ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan sebuah simfoni kolaborasi antara Pemerintah Kota, pelaku usaha, dan masyarakat yang bersatu padu dalam harmoni kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah semangat memperingati Hari Anak Nasional 2026, Lapangan Merdeka menjelma menjadi ruang publik yang ramah anak, tempat di mana tawa balita berpadu dengan langkah senam pagi para orang tua, dan alunan musik menghidupkan suasana. Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E., yang hadir langsung bersama jajaran Forkopimda, menyapa warga dengan penuh keakraban, menandakan bahwa CFD telah menjadi momentum penting bagi interaksi antara pemerintah dan rakyat.



Salah satu daya tarik utama CFD kali ini adalah geliat ekonomi kreatif yang terpancar dari puluhan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjejer rapi. Tak hanya menjadi ajang promosi, CFD berhasil mentransformasi diri menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. Produk-produk unggulan mulai dari kuliner khas Langsa hingga kerajinan tangan binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dipamerkan dan laris manis diserbu pengunjung.
“Ini adalah bukti nyata bahwa ruang publik dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Kami tidak hanya mengajak warga berolahraga, tetapi juga memberdayakan ekonomi mereka,” ujar salah satu pengurus Dekranasda yang turut memantau jalannya pameran. Suasana transaksi yang ramai menjadi indikator bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha kecil semakin erat.
CFD kali ini juga mengusung konsep pemerintahan yang hadir di tengah masyarakat. Berbagai layanan publik gratis disediakan dalam satu atap, memberikan kemudahan akses bagi warga yang selama ini mungkin kesulitan menjangkau kantor pelayanan.
- Kesehatan dan Keselamatan: Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Langsa berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah, sementara PT Jasa Raharja memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
- Identitas Anak: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memberikan layanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) secara gratis. Ini menjadi langkah progresif dalam pemenuhan hak identitas bagi generasi penerus Langsa.
- Edukasi dan Literasi: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk dan KB) menggelar kampanye edukasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak. Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghadirkan pojok baca dengan koleksi buku anak yang menarik, menciptakan ekosistem literasi sejak dini di ruang terbuka.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah Launching e-Parkir Berlangganan oleh Wali Kota Langsa. Inovasi ini menjadi tonggak baru dalam digitalisasi pelayanan publik di bidang perparkiran. Dengan sistem ini, diharapkan tercipta tata kelola parkir yang lebih tertib, transparan, dan modern.
“Ini adalah komitmen kami untuk terus berinovasi. E-Parkir Berlangganan bukan hanya tentang pembayaran, tetapi tentang bagaimana kita membangun sistem yang adil dan akuntabel untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kemajuan Kota Langsa,” tegas Jeffry Sentana dalam sambutannya.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras aparat gabungan. Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Syariat Islam Kota Langsa bahu-membahu memastikan arus lalu lintas dan keamanan tetap terkendali, menciptakan suasana yang kondusif hingga kegiatan usai.
Kini, Car Free Day Kota Langsa telah melampaui definisinya sebagai sekadar ajang olahraga. Ia adalah ikon kebersamaan, laboratorium inovasi pelayanan publik, panggung pemberdayaan UMKM, dan media kampanye isu-isu strategis. Melalui kolaborasi yang solid, CFD terus mengokohkan langkah menuju visi besar Langsa JUARA, menjadikan setiap hari Minggu sebagai hari yang dinantikan untuk sebuah perubahan yang lebih baik.











