Gempur Emisi Karbon! Tim Dosen Aceh Timur Gali Potensi Carbon Trading Lewat Ekonomi Biru untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Idi Rayeuk, Aceh Timur Klikindonesia – Langkah nyata akademisi hadapi perubahan iklim! Tim dosen Universitas unggulan Aceh Timur, dipimpin Dr. M. Iqbal Asnawi, S.H., M.H., bersama Dr. Hanri Aldino, S.H., M.H. dan Saiful Anwar, S.H., M.H., meluncurkan penelitian inovatif bertajuk “Carbon Trading via Blue Economy: Strategi Revolusioner Pemerintah Gampong Peudawa Puntong untuk Selamatkan Pesisir dan Raih Keuntungan Ekonomi”.

Kegiatan yang digelar di Kuala Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Rayeuk, ini sukses menyedot perhatian pemangku kepentingan lokal, mulai dari keuchik (kepala desa), aparatur gampong, hingga masyarakat pesisir yang bersemangat wujudkan ekonomi hijau berbasis laut.

Carbon Trading & Blue Economy: Solusi Emas untuk Pesisir Aceh Timur
Dr. Iqbal Asnawi tegas ungkapkan: “Blue economy bukan sekadar wacana, tapi peluang emas untuk tingkatkan pendapatan masyarakat tanpa eksploitasi laut berlebihan. Carbon trading bisa jadi sumber pemasukan baru lewat konservasi mangrove, perikanan berkelanjutan, dan proteksi ekosistem pesisir!”

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Dr. Hanri Aldino soroti pentingnya kolaborasi triple helix (akademisi-pemerintah-masyarakat)untuk ciptakan kebijakan lokal yang tanggap iklim. “Bayangkan, setiap pohon mangrove yang ditanam tak hanya mencegah abrasi, tapi juga bisa dijual kredit karbonnya. Ini peluang bisnis hijau yang harus dimanfaatkan!”

Dukung Peran Gampong, Kunci Sukses Kebijakan Karbon
Saiful Anwar tekankan perlunya penguatan hukum dan kelembagaan gampong agar bisa mengelola skema carbon trading. “Kami akan siapkan rekomendasi kebijakan berbasis data dan aspirasi warga. Gampong harus jadi aktor utama penggerak ekonomi biru!”

Antusiasme Warga: Dari Mangrove untuk Dunia!
Masyarakat Kuala Peudawa Puntong menyambut hangat inisiatif ini. “Kami siap dukung program ini! Laut dan mangrove adalah warisan anak cucu kami. Jika bisa menghasilkan uang sekaligus menjaganya, kenapa tidak?” ujar salah satu nelayan setempat.

Penelitian ini diharapkan jadi game changer bagi kebijakan lingkungan dan ekonomi pesisir Aceh Timur, sekaligus bukti nyata peran akademisi dalam pembangunan berkelanjutan.

Berita Terkait

Wali Kota Langsa Turun Langsung Tinjau Pasar, Janjikan Revitalisasi Bertahap Demi Kenyamanan Pedagang
Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Langsa: Wali Kota Hadir, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lapangan Merdeka
Wali Kota Langsa Beri Teladan Demokrasi, Ajak Masyarakat Sukseskan Pilchiksung 2026
Car Free Day Langsa: Harmoni Ruang Publik untuk Kesehatan, Ekonomi, dan Inovasi Layanan
Wali Kota Langsa Buka Multikultur Festival 2026, Perkuat Harmoni dalam Keberagaman
Wali Kota Langsa Lantik 16 Pejabat Eselon III: “Jangan Jadi Birokrasi Lamban, Jadilah Motor Perubahan!”
Wali Kota Langsa Duduk Bersama Rakyat di Nobar Semifinal Piala Dunia, Suasana Lapangan Merdeka Bergemuruh

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:10 WIB

Wali Kota Langsa Turun Langsung Tinjau Pasar, Janjikan Revitalisasi Bertahap Demi Kenyamanan Pedagang

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:14 WIB

Suasana Haru dan Hangat Mewarnai Lepas Sambut Kapolres Langsa, Wali Kota Kenang Momen Ngopi hingga Dini Hari

Senin, 20 Juli 2026 - 23:14 WIB

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Langsa: Wali Kota Hadir, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lapangan Merdeka

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:06 WIB

Wali Kota Langsa Beri Teladan Demokrasi, Ajak Masyarakat Sukseskan Pilchiksung 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:51 WIB

Car Free Day Langsa: Harmoni Ruang Publik untuk Kesehatan, Ekonomi, dan Inovasi Layanan

Berita Terbaru