LANGSA Klikindonesia– Puluhan masyarakat Gampong Cinta Raja, Kecamatan Langsa Timur, mendatangi kantor Camat setempat pada Senin (8/9/2025) untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kebijakan Penjabat (Pj) Geuchik setempat, Andi Iskandar Rizza. Dua poin utama yang disoroti adalah pencopotan Kepala PAUD yang tidak transparan dan penghentian mendadak bantuan seragam untuk anak-anak PAUD yang sebelumnya dianggarkan dari Dana Desa.

Aduan masyarakat berawal dari dicopotnya Nurhabibah, S.H dari jabatannya sebagai Kepala PAUD Bunda Cinta Raja secara sepihak oleh Pj Geuchik. Dalam pertemuan dengan camat, masyarakat juga mempertanyakan hilangnya anggaran bantuan seragam anak PAUD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebelum masa jabatan Geuchik yang sekarang, setiap tahun dianggarkan tiga pasang seragam untuk setiap anak PAUD dari Dana Desa. Namun, sejak kepemimpinan beliau, bantuan itu terhenti sama sekali,” ujar salah seorang perwakilan warga yang menyampaikan aspirasi.
Ketika Nurhabibah menanyakan hal tersebut, respons yang diterima justru dinilai arogan. “Pj Geuchik menjawab, ‘Jangan samakan dengan yang lain, ini saya!'” tutur mereka. Jawaban ini dianggap tidak profesional dan merendahkan kebutuhan pendidikan anak-anak.
Kebijakan menghentikan bantuan seragam ini dinilai bertentangan dengan regulasi. Masyarakat merujuk pada Peraturan Menteri Desa PDT No. 14 Tahun 2020, yang dengan jelas menyatakan bahwa Dana Desa dapat dialokasikan untuk bantuan operasional PAUD, TK, TPQ, dan lembaga sejenisnya.
Kekecewaan tidak berhenti di sana. Masyarakat juga menolak keras pengganti Nurhabibah yang ditunjuk oleh Pj Geuchik. Menurut mereka, penunjukan tersebut tidak melalui proses yang melibatkan masyarakat dan diduga kuat karena kedekatan calon tersebut dengan keluarga Pj Geuchik.
“Kami meminta agar Pj Geuchik Andi Iskandar Rizza diganti. Selama ini beliau tidak akrab dan tidak humble dengan masyarakat, sikapnya arogan,” tegas perwakilan warga. Mereka juga menyampaikan ultimatum tegas mengenai pengelola PAUD. “Jika pengganti Nurhabibah masih orang yang ditunjuknya, kami tidak akan mengizinkan anak-anak kami bersekolah di PAUD tersebut.”
Dalam pertemuan tersebut, Camat Langsa Timur, Heri Setiawan, menyarankan agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan damai antara masyarakat dengan aparat gampong. Namun, saran ini tidak memuaskan warga yang merasa bahwa akar masalahnya adalah kepemimpinan yang otoriter dan tidak aspiratif.
Merasa aspirasinya tidak ditindaklanjuti dengan konkret, masyarakat menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi. “Kami tidak puas. Kami akan segera menggelar pertemuan dengan Walikota Langsa. Kami yakin Pak Walikota akan mendengar aspirasi kami, masyarakat Gampong Cinta Raja,” tutup perwakilan warga dengan penuh keyakinan.













Komentar