Banda Aceh Klikindonesia
— Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Asrama Haji Banda Aceh, Jumat (8/5/2026). Pemerintah Kota (Pemko) Langsa melepas keberangkatan 203 calon jamaah haji (CJH) yang tergabung dalam Kloter 4 Embarkasi Aceh. Mereka menjadi bagian dari gelombang awal keberangkatan haji tahun 2026 dari Provinsi Aceh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelepasan yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri jajaran Kantor Kementerian Agama, Kepala Daerah se-Aceh, petugas haji, serta keluarga para jamaah yang tak bisa menyembunyikan rasa haru sekaligus bangga.

Mewakili Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, SE, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Al Azmi, S.STP, M.AP, menyampaikan amanat penuh makna. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah puncak perjalanan spiritual seorang Muslim.
“Perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perpindahan fisik. Ini adalah panggilan jiwa yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Luruskan niat, jaga kesehatan, dan patuhi arahan petugas. Semoga Allah mudahkan setiap langkah kita,” ujar Al Azmi di hadapan para jamaah.
Dari total 203 jamaah asal Kota Langsa, sebanyak 198 orang tergabung dalam Kloter 4. Sisanya tersebar di Kloter 3 (1 orang), Kloter 13 (2 orang), dan Kloter 14 (2 orang). Keberagaman kloter ini menjadi perhatian Pemko Langsa agar koordinasi antarpetugas berjalan maksimal.
Salah satu kabar menggembirakan yang disampaikan Al Azmi adalah keberangkatan langsung jamaah Aceh melalui Embarkasi Banda Aceh. Selain menghemat waktu dan tenaga, jamaah Aceh juga mendapat keistimewaan berupa Wakaf Haji Baitul Asyi — sebuah program wakaf produktif yang memberikan manfaat dan keberkahan tambahan selama beribadah.
“Ini anugerah besar. Kami bersyukur bahwa Pemerintah dan masyarakat Aceh, khususnya para wakif, terus menghadirkan kemudahan bagi jamaah,” tambahnya.
Al Azmi secara khusus mengingatkan para jamaah untuk terus menjaga nama baik Kota Langsa dan Aceh di tanah suci. “Tunjukkanlah sikap tertib, disiplin, dan junjung tinggi akhlak mulia. Jadilah duta terbaik bagi daerah dan bangsa.”
Ia juga meminta para petugas haji untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, sigap melayani, dan selalu hadir di tengah jamaah dalam kondisi apa pun.
Pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh petugas haji setempat. Seluruh masyarakat Aceh mendoakan agar para jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke tanah air sebagai haji serta hajjah yang mabrur dan mabruroh.
Tepuk tangan dan takbir menggema saat bus rombongan perlahan meninggalkan Asrama Haji Banda Aceh, mengantar 203 warga Kota Langsa mengarungi perjalanan suci menuju Baitullah.











