LANGSA Klikindonesia
– Pekan ini, geliat Car Free Day (CFD) di kawasan Lapangan Merdeka, Minggu (31/5/2026), melampaui sekadar rutinitas mingguan. Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan warga dari berbagai penjuru kota membanjiri kawasan bebas kendaraan tersebut, mengubahnya menjadi laboratorium hidup harmoni sosial, gaya hidup aktif, dan denyut ekonomi kreatif.

Lebih dari sekadar olahraga pagi, CFD kali ini menjelma menjadi festival rakyat yang utuh. Tiga pilar utama—kesehatan, kebersamaan, dan produktivitas—berpadu mulus. Di satu sisi, ribuan peserta memadati sesi senam sehat dan jalan santai yang dipandu instruktur profesional. Di sisi lain, area kuliner dan produk UMKM dipenuhi pengunjung yang berburu sarapan sehat hingga kerajinan tangan khas Langsa. Atmosfer semakin semarak dengan alunan live music dari musisi lokal yang sukses menghibur lintas generasi, dari anak-anak hingga lansia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran pelajar, komunitas kendaraan hemat energi, komunitas pecinta lingkungan, serta organisasi kemasyarakatan turut mewarnai geliat CFD. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga penggerak edukasi publik—mulai dari kampanye zero waste hingga sosialisasi hidup bersih.
Momen istimewa hadir ketika Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Langsa secara khusus menggelar senam massal. Lebih dari 300 ibu-ibu dan remaja putri kompak bergerak dengan kostum seragam warna-warni. Ketua TP PKK Kota Langsa, yang hadir langsung, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah strategi membumikan pola hidup sehat dari keluarga ke masyarakat.
“Ini bukan sekadar olahraga. Ini gerakan moral. Ketika ibu-ibu PKK bergerak, maka desa dan kelurahan ikut bergerak. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan adalah garda terdepan keluarga sehat dan ekonomi tangguh,” ujarnya di sela-sela acara.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, bersama jajaran pimpinan OPD tampak akrab berbaur tanpa atribut protokoler. Dengan kaus santai, beliau menyapa pedagang bakso, berbincang dengan komunitas sepeda, bahkan menyempatkan diri berswafoto bersama anak-anak yang asyik bermain di zona bebas kendaraan.
Dalam wawancara singkat di sela-sela jalan santai, Jeffry mengungkapkan rasa bangganya terhadap transformasi CFD.
“Awalnya kita hanya ingin mengurangi polusi dan mengajak olahraga. Sekarang, CFD sudah menjadi ruang publik yang inklusif. Di sini, seorang direktur bank bisa jogging berdampingan dengan tukang ojek, ibu-ibu arisan bisa ngobrol santai sambil membeli camilan dari pelaku UMKM binaan kami. Inilah sebenarnya wajah Kota Langsa yang sebenarnya: ramah, gotong royong, dan produktif,” tegas Jeffry.
Beliau menambahkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, omzet UMKM di area CFD tercatat meningkat rata-rata 25 persen setiap pekannya. “Ini bukti bahwa ruang publik yang dikelola baik bisa langsung berdampak pada ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Tidak hanya sekadar gembira-ria, pelaksanaan CFD kali ini juga menampilkan sisi partisipatoris yang matang. Puluhan petugas kebersihan, relawan Palang Merah Indonesia (PMI), serta tim kesehatan dari Dinas Kesehatan disiagakan di tiga posko. Bahkan, komunitas sadar sampah setempat menginisiasi kantong-kantong pilah sampah di sepanjang jalur CFD, menjadikannya kawasan bebas plastik sekali pakai.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen: aparat keamanan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, para pelaku UMKM, serta masyarakat yang telah menjaga ketertiban dan kebersihan.
“CFD ini milik kita bersama. Pemerintah hanya fasilitator. Semangat kolaborasi inilah yang akan terus kami dorong. Insya Allah, ke depan akan kami perluas area pedestrian dan tambah fasilitas toilet umum serta musala yang representatif,” janji Jeffry.
Pemerintah Kota Langsa optimistis partisipasi masyarakat akan terus melesat. Rencananya, mulai bulan depan, CFD akan diintegrasikan dengan program “Langsa Berkebun” di mana warga dapat membawa pulang bibit tanaman gratis, serta lomba mewarnai untuk anak-anak.
“Kami ingin setiap keluarga di Langsa menanti-nantikan hari Minggu. Bukan untuk tidur larut, tapi untuk bangun pagi, bergerak sehat, bertemu tetangga, dan sekaligus berkontribusi bagi ekonomi lokal. Itulah Langsa yang sehat, produktif, dan membanggakan,” tutup Jeffry.
Hingga pukul 09.30 WIB, arus lalu lintas di sekitar Lapangan Merdeka tetap lancar, sementara kebahagiaan warga masih terasa hangat di setiap sudut CFD. Sebuah harmoni yang tidak ternilai harganya.











